Langsung Tidur Setelah Sahur
Ternyata Berbahaya?
Mengapa langsung tidur setelah sahur
berbahaya?
Ketika kita mengonsumsi
makanan, lambung akan mencernanya menjadi sari-sari makanan. Sari-sari makanan
inilah yang akan diserap tubuh. Bila makanan kita kaya akan karbohidrat dan
lemak, dibutuhkan waktu minimal 2 jam untuk menggiling makan tersebut sampai
berubah bentuk menjadi sari pati makanan.
Proses penggilingan ini
memerlukan suplai pembuluh darah yang tidak sedikit, sehingga setelah makan
diharapkan kita tidak melakukan aktivitas lain yang membutuhkan suplai pembuluh
darah yang banyak pula, misalnya berolahraga.
Apabila kita tidur di
bawah 2 jam setelah makan, saluran pencernaan belum sempat menggiling makanan
kita, yang akhirnya akan berakibat pada gangguan saluran pencernaan dan
penyerapan nutrisi tubuh. Hasil akhirnya, makanan yang kita makan tidak mampu
menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh tubuh.
Efek negatif langsung tidur setelah
sahur :
Penimbunan
Lemak
Sebuah penelitian
mengatakan, pada seseorang yang memiliki riwayat keturunan keluarga gemuk,
kebiasaan tidur setelah makan sahur dapat makin meningkatkan risiko mengalami
kegemukan sebesar 2x lipat. Terlebih jika mengonsumsi makanan berlemak atau
makan makanan yang digoreng. Hal ini bisa memperburuk kesehatan terlebih bagi
yang sedang diet dan ingin melangsingkan tubuh.
Hal ini disebabkan
karena saat kita tidur otomatis tubuh hanya membutuhkan sedikit energi,
sehingga makanan tidak akan dimanfaatkan sebagai kebutuhan melainkan lebih
banyak akan ditimbun menjadi lemak. Akhirnya risiko mengalami
obesitas/kegemukan pun semakin meningkat.
Jeremy Barnes,
professor dari Southeast Missouri State University pun menjelaskan pada saat
tidur didapatkan peningkatan level hormon grehlin, di mana dapat membuat orang
merasa lebih lapar ketika bangun. Jadi, berpuasa tak akan menurunkan berat
badan bila kita tidak mengatur menu dan kebiasaan kita dengan sehat.
Peningkatan
Asam Lambung
Proses pencernaan
makanan melibatkan makanan. Jadi setiap ada makanan masuk ke tubuh kita, asam
lambung pun akan meningkat. Bila makanan tidak tergiling sempurna, asam lambung
dapat mengiritasi dinding lambung. Gejalanya nyeri di sekitar ulu hati atau
perut kiri bagian atas. Bisa juga menimbulkan sensasi panas di dada. Oleh sebab
itu, hati-hati bagi kamu yang memiliki riwayat sakit maag. Ada baiknya hindari
kebiasaan tidur setelah sahur.
GastroesophagealReflux Disease (GERD) atau Refluks Asam Lambung
Refluks asam terjadi
karena katup antara perut dan kerongkongan tidak menutup secara sempurna. Hal
ini biasanya disebabkan oleh pengaruh gravitasi yaitu perubahan posisi. Posisi
terlentang dapat menyebabkan makanan yang belum sempurna dicerna dapat berbalik
dari lambung ke kerongkongan. Makanan ini membawa serta asam lambung, sehingga
keberadaan asam lambung di kerongkongan dapat menimbulkan iritasi, bahkan luka.
Rasa panas di dada,
tenggorokan panas, mual, sendawa dan mulut pahit adalah gejala-gejala yang
menunjukkan adanya refluks. Tentunya hal ini membuat rasa tidak nyaman selama
kita berpuasa. GERD dapat dicegah dengan menunggu makanan tercerna sempurna
dulu, sebelum kita memutuskan tidur.
Gangguan
Saluran Pencernaan
Normalnya, pengosongan
lambung manusia berlangsung sekitar dua jam setelah makan. Namun posisi
berbaring saat kita tidur dapat menghambat proses pengosongan lambung tersebut.
Jika hal ini terus menerus terjadi maka gangguan pencernaan seperti diare
ataupun sembelit dapat terjadi tergantung bahan makanan apa yang masuk ke dalam
perut kita.
Oleh karena itu, kita
disarankan untuk menghindari makanan kaya lemak, kaya gula, dan kafein dalam
menu sahur kita. Perbanyaklah makan buah dan sayur agar proses pencernaan kit
menjadi lancar.
Stroke
Stroke merupakan
penyakit berbahaya yang ditakuti banyak orang. Stroke terbagi 2 yaitu stroke
penyumbatan dan stroke perdarahan. Jenis stroke yang berhubungan dengan
kebiasaan tidur setelah makan adalah stroke penyumbatan. Alasannya cukup jelas,
bahwa saat tidur, aliran darah ke otak harus tetap terjaga sesuai kebutuhan.
Apabila lambung juga sedang menjalankan kegiatan yaitu menggiling makanan, maka
suplai aliran darah menjadi terbagi.
Dalam jangka panjang,
bila kebiasaan ini terus dilakukan, otak dapat kekurangan oksigen dan
menyebabkan stroke. Karena itu, hindari kebiasaan tidur setelah makan, terutama
saat makan sahur untuk puasa.
Bahaya tidur setelah
makan sahur ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Jadi, jangan jadi kebiasaan
yang dapat merugikan kesehatan Anda. Lebih baik lakukan hal yang bermanfaat
setelah makan sahur, seperti mengaji, membaca, dan berdzikir. Ayo berpuasa
dengan lebih sehat.
(Msn)
Demikian informasi pagi ini, semoga
bermanfaat untuk kita semua.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar